Pemungutan Suara Kumulatif - Definisi, Contoh, Bagaimana Cara Kerjanya?

Apa itu Pemungutan Suara Kumulatif?

Pemungutan suara kumulatif yang juga dikenal sebagai pemungutan suara akumulasi atau pemungutan suara tertimbang, adalah proses yang digunakan untuk memilih direktur perusahaan oleh pemegang saham. Dalam prosedur ini, setiap pemegang saham dapat memasukkan jumlah saham yang dimilikinya dikalikan dengan jumlah direktur yang akan dipilih.

Jenis sistem pemungutan suara ini membantu melindungi kepentingan pemegang saham minoritas di perusahaan. Di bawah sistem ini, setiap pemegang saham dapat mengalokasikan semua suara yang berlaku untuk satu kandidat agar memiliki lebih banyak peluang untuk mendapatkan kandidat tersebut terpilih.

Bagaimana cara kerjanya?

Dalam sistem pemungutan suara kumulatif, pemegang saham dapat fokus untuk mencoba memilih salah satu kandidatnya dari kelompok total kursi yang tersedia. Misalnya, jika pemegang saham memiliki 500 saham sebuah perusahaan dan ada empat direktur yang akan dipilih, maka pemegang saham dapat memberikan 500 kali empat, yang berarti 2000 suara untuk satu calon. Pemegang saham juga dapat memberikan 1000 suara masing-masing kepada 2 kandidat atau membagi 2000 suara dengan cara apapun di antara 4 kandidat. Ini akan memperkuat peluang memenangkan kandidat itu. Dengan demikian, dengan sistem pemungutan suara ini, pemegang saham minoritas juga dapat berdampak pada dewan.

Contoh

Misalkan sebuah perusahaan memiliki total 1.000.000 saham. Seorang investor bernama A memiliki 1000 saham dari total 1.000.000 saham. Perusahaan perlu memilih lima direktur. Dalam voting langsung, A hanya bisa memberikan suara maksimal 1000 suara untuk satu calon. Namun dalam voting kumulatif, dia bisa membagi sahamnya dengan cara apapun di antara para kandidat. Jika ingin memilih calon tunggal, maka ia dapat memilih 1000 dikalikan dengan lima, yang berarti 5000 suara untuk satu calon, dan tiba-tiba peluang untuk mendapatkan calon tersebut semakin besar. Jika pemegang saham menyukai dua kandidat, maka dia bisa membagi 5.000 suaranya di antara dua kandidat ini juga.

Efek

Pemungutan suara kumulatif bermanfaat bagi pemegang saham minoritas karena memberikan mereka kesempatan yang lebih baik untuk memilih kandidat pilihan mereka. Jika Anda melihat contoh di atas, maka, dengan pemungutan suara langsung, pemegang saham dapat memberikan suara untuk 1000 suara untuk satu kandidat, dan kemungkinan sangat kecil bagi kandidat tersebut untuk terpilih jika pemegang saham utama lainnya tidak memberikan suara untuk mendukungnya. kandidat itu. Tapi dengan 5.000 suara, tiba-tiba peluangnya meningkat untuk terpilih.

Voting Kumulatif vs. Voting Langsung

Saat memilih direktur, perusahaan dapat menggunakan dua jenis pemungutan suara: pemungutan suara langsung atau pemungutan suara kumulatif.

Jika ada empat calon yang harus dipilih dan satu pemegang saham memiliki 100 saham, maka,

  • Dalam pemungutan suara langsung, pemegang saham hanya dapat memberikan suara 100 saham untuk setiap calon. Oleh karena itu, meski secara total memiliki 400 suara, ia hanya dapat memberikan suara 100 kali untuk seorang calon.
  • Dalam pemungutan suara kumulatif, pemegang saham yang sama dapat perkara 100 dikalikan 4, yang berarti 400 suara untuk calon yang sama atau 200 suara untuk dua calon. Pemegang saham dapat membagi 400 suaranya menjadi empat kandidat sesuai keinginan. Dengan demikian peluang menang dari kandidat pilihannya meningkat.

Keuntungan

  • Pemungutan suara kumulatif digunakan untuk memberdayakan pemegang saham minoritas.
  • Grup pemegang saham minoritas dapat bekerja sama dan memiliki peluang yang sangat tinggi untuk memilih kandidat pilihan mereka.
  • Ini mengurangi kemungkinan jenis kandidat yang sama dipilih oleh pemegang saham mayoritas.

Kekurangan

  • Hal ini dapat mengakibatkan ketidakstabilan dalam organisasi, yang dapat mengakibatkan berkurangnya kontinuitas.
  • Jika tidak ada saluran komunikasi yang tepat dalam organisasi, maka metode ini kurang bermanfaat.

Kesimpulan

Pemungutan suara kumulatif dapat digunakan oleh organisasi untuk melindungi kepentingan pemegang saham minoritas saat memilih direktur. Minoritas mendapatkan lebih banyak kekuatan pemilu dengan metode ini. Jika mereka memilih sistem pemungutan suara ini dengan bijak, maka kemungkinan besar kandidat pilihan mereka akan dipilih di dewan.

Artikel yang menarik...